Daftar Pemain Bola yang Meninggal Saat Bertanding di Lapangan

Pemain Bola yang Meninggal

Para penggemar sepak bola pasti tidak pernah melewatkan pertandingan idolanya. Banyak penggemar yang rela begadang untuk melihat pemain dan klub favoritnya berlaga di lapangan hijau. Kendati demikian, tak jarang momen yang ditunggu-tunggu itu mendatangkan sebuah tragedi. Bagaimana jika ada pemain bola yang meninggal di lapangan saat pertandingan?

Pertanyaan itu terasa sangat sulit dan tak mungkin untuk dijawab. Namun, pada kenyataannya ada beberapa pemain bola yang harus merenggut nyawa saat bertanding di lapangan. Sorak sorai penggemar pun berubah menjadi tangisan saat pemain bola favoritnya tidak dapat bertanding lagi untuk selama-lamanya. 

Meskipun setiap manusia pasti akan kembali kepada Sang Pencipta, tapi kematian para pemain sepak bola di lapangan seakan menyisakan duka yang mendalam. Ingin tahu siapa saja pemain bola Indonesia yang meninggal dunia di lapangan dan menyisakan duka mendalam? Simak penjelasannya berikut ini!

Contents

READ  Top 6 Pemain Andalan Timnas Indonesia U-22 yang Diprediksi untuk Bermain di SEA Games 2021

1. Jumadi Abdi

Pertama, ada pesepak bola Jumadi Abdi yang mengawali karir sepak bola di Persiba Balikpapan. Jumadi bermain untuk klub ini selama 8 tahun. Setelah itu, Jumadi bergabung dengan PKT Bontang. 

Tak disangka, saat berusia 26 tahun, Jumadi harus menghembuskan napas terakhirnya saat bertanding dengan Persela Lamongan. Pesepak bola andalan PKT Bontang ini harus berpulang pada 25 Maret 2009. 

Kala itu, Jumadi mengalami cedera fatal akibat terkena tendangan di perut oleh salah satu pemain dari tim lawannya. Setelah menjalani operasi, nyawanya tetap tidak tertolong. 

2. Sekou Camara

Selanjutnya, ada Sekou Camara yang menempati posisi penyerang di PBR atau Pelita Bandung Raya. Sekou meninggal dunia saat sedang berlatih di lapangan hijau pada tanggal 27 Juli 2013. Meskipun pesepak bola ini bukan orang asli Indonesia, tapi Sekou meniti karir sepakbolanya di tim Pelita Bandung Raya.

Kala itu, Sekou mengalami serangan jantung. Setelah dilarikan ke rumah sakit, nyawanya pun tetap tidak tertolong. Sekou menghembuskan nafas terakhirnya di usia 28 tahun. 

READ  8 Pemain Bola Tertinggi di Dunia dengan Tinggi Lebih Dari Dua Meter!

3. Akli Fairuz

Pemain bola yang meninggal di lapangan selanjutnya adalah Akli Fairuz. Pesepakbola dari klub Persija Banda Aceh ini mengalami cedera serius saat pertandingan dengan PSAP Sigli. 

Saat berada di dekat gawang lawan, bagian perut Akli terhantam kaki kiper lawan. Insiden yang terjadi pada bulan Mei 2014 ini membuat Akli harus berpulang ke Yang Maha Kuasa. Akli juga sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi nyawanya tetap tak tertolong. 

4. Choirul Huda 

Selanjutnya, ada kiper andalan Persela Lamongan, Choirul Huda, yang juga harus merenggut nyawa saat sedang bertanding di lapangan hijau. Kala itu, Huda tengah melawan klub Semen Padang FC. Huda meninggal pada 15 November 2017 lalu akibat cedera di bagian kepala, leher, dan dada.

Diduga, cedera tersebut didapatkannya setelah terkena tendangan rekannya secara tidak sengaja. Pesepak bola andalan Persela Lamongan itu pun harus tidur untuk selama-lamanya pada usia 38 tahun. 

READ  Inilah Formasi Skuad Milan 2021 Terbaru

5. Alfin Lestaluhu

Sebagai tambahan, ada pemain sepak bola dari Timnas U-16. Alfin Lestaluhu harus merenggut nyawa di usia yang sangat muda, yakni 15 tahun. Pemain muda andalan tanah air ini harus merenggut nyawa akibat penyakit infeksi otak yang dideritanya. 

Alfin memang sempat dirawat di RS Harapan Kita sebelum merenggut nyawa pada 31 Oktober 2019 sekitar pukul 22.00 WIB.   

Meskipun masih berusia belia, Alfin sudah menoreh prestasi yang membanggakan Timnas Indonesia U-16. Pada 16 September 2019 lalu, Alfin berhasil mencetak gol pada babak kualifikasi Piala AFC U-2020. Kala itu, Indonesia menang telak atas Filipina dengan perolehan skor 4-0. 

Kini, Alfin harus berpulang ke Sang Pencipta menyusul para seniornya di dunia sepak bola tanah air. Meskipun sudah tiada, kelima pemain bola yang meninggal di lapangan ini masih menyisakan duka yang mendalam. Nama mereka akan selalu dikenang di hati para penggemarnya. 

About the Author: Kurniawan Adi S

You might like